Bayi Dan Bunda

↑ Grab this Headline Animator


Propolis Untuk Kesehatan

Posted on December 26th, 2008 in Artikel, Kesehatan by User ImageAdmin

Kita tahu bahwa lebah adalah binatang yang multiguna. Hasil dari lebah yang paling dikenal adalah madu. Tapi tahukah Anda bahwa ada lagi kreasi lebah yang sarat akan manfaat terutama untuk kesehatan, inilah yang disebut propolis.

Propolis adalah zat hasil ekstraksi resin daun yang baru tumbuh dan bagian kulit batang pohon tertentu. Resin tersebut dicampur dengan sedikit lilin lebah, madu dan enzym sebelum akhirnya menjadi propolis, dimana proses tersebut dilakukan oleh lebah pekerja di sarangnya. Propolis digunakan lebah untuk menambal sarang yang bocor, memperkuat sarang, dan untuk membungkus bangkai binatang yang masuk ke sarang agar tidak menyebarkan penyakit. Singkatnya propolis digunakan lebah untuk mensterilkan sarang, sehingga mampu menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur.

Melihat dari kegunaan propolis inilah maka manusia mencoba memakai propolis untuk kesehatan terutama menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur. Komposisi propolis yang baru dipanen dari sarang lebah umumnya terdiri dari kurang lebih 50% resin, 30% lilin lebah, 10 % essential oils, 5% pollen dan 5% sisa-sisa tanaman. Karena komposisinya yang demikian tidak seluruh bagian Propolis bisa dimakan sebagai obat atau makanan suplemen.

Setelah dipanen dari sarang, propolis harus diekstraksi dengan air atau minyak untuk mengambil bahan-bahan yang bisa dimakan tersebut. Di negeri barat ekstraksi juga dilakukan menggunakan ethanol atau alkohol, namun hal ini tidak halal untuk konsumsi kaum muslim, jadi ekstraksi menggunakan air atau minyak. Karena lebah pekerja mengambil resin dari tanaman sekitar tempat sarangnya, maka komposisi propolis sangat bervariasi tergantung daerahnya, namun Subhanallah seluruh propolis memiliki khasiat pengobatan yang sangat mirip satu sama lain. Khasiat tersebut adalah propolis bersifat antiseptic, antibiotic, antifungal, anti-inflamatory, dan kemampuan detoksifikasi. Sungguh Allah SWT. telah memberi kemampuan lebah-lebah tersebut dimanapun mereka berada untuk mampu mengumpulkan bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sarang lebah dan lebah-lebah yang tinggal di dalamnya.

Penelitian lain di berbagai negara tidak henti-hentinya menemukan bukti baru atas efektifitas propolis sebagai obat untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan masuknya bahan kimia berbahaya kedalam tubuh (keracunan). Ada lima alasan mengapa propolis dapat menjadi obat :

Lebih dari 180 phytochemicals ada di dalam propolis antara lain flavonids, berbagai turunan asam orbanic, phytosterols, terpenoids dll. Zat-zat ini terbukti memiliki berbagai sifat anti-inflamatory, antimicrobial, antihistimanine, antimutagenic dan anti allergenic.

Flavonids yang ada dalam propolis selain bersifat antioxidant yang mencegah infeksi, juga menumbuhkan jaringan. Kandungan pimia propolis yang meningkatkan tumbuhnya jaringan tersebut antara lain adalah sebagai akibat dari sifat tissue strengthening dan regenerative effect dari quercetin, kaemferol, epigenin dan luteolin.

Aktifitas antibiotic dari phytochemicals yang ada di dalam propolis antara lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organic seperti cinnamic, ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpenes dan turunan-tuirunn berikutnya seperti limonene, p-cymene, eugenol, galangin dan quercetin.

Sifat antifungal yang ada di Propolis yang dihasilkan oleh phytochemicals seperti flavonoids pinocembrin, quercetin, sakauranetin dlsb.

Sifat antivius Propolis yang berasal dari turunan-turunan asam organik seperti Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE).

Kini propolis mulai memasyarakat sehingga kita bisa dengan mudah mendapatkannya untuk kemudian ikut merasakan manfaatnya. Wallahualam.

Rate this:
2.5

Motivasi Anak

Posted on September 14th, 2008 in Artikel, Tips & Trik by User ImageAdmin

Kemampuan memotivasi diri sangat erat kaitannya dengan harga diri seorang anak. Anak yang rasa percaya dirinya tinggi cenderung lebih positif dalam menghadapi persoalan. Sementara,anak yang rendah diri akan lebih mudah putus asa dan seulit menyemangati diri sendiri.

Ada anak yang memang mengalami kesulitan belajar, namun ada juga yang sebenarnya ‘hanya’ butuh dorongan orang lain, seperti orang tua atau gurunya. Anak semacam ini biasanya termasuk kategori anak underachiever.

Salah satu perbedaan anak yang sulit belajar dan underachiever adalah pada motivasi mereka. Pada anak yang sulit belajar, masalah terletak pada daya tangkap dan kemampuan mereka memahami penjelasan/tugas. Namun setelah mereka dapat mencerna penjelasan, mereka akan langsung mengerjakan tugas tanpa terpengaruh iming-iming tertentu. Sedangkan pada anak underachiever, mereka tidak memiliki masalah dengan daya tangkap. Mereka sebenarnya mampu memahami tugas yang diberikan, tapi mereka hanya bekerja bila ada orang dewasa (di rumah/sekolah) di dekatnya atau bila diiming-imingi imbalan yang disukainya.

Cara paling sederhana untuk membangun motivasi anak anak adalah dengan membangun harga diri anak. Beberapa caranya adalah:

  • Agar anak merasa dicintai, sering-sering tunjukkan dan nyatakan cinta Anda.
  • Berikan perhatian pada anak sesering mungkin agar ia merasa yakin dengan dirinya sendiri.
  • Jangan membandingkan anak secara negatif dengan anak lain. Ini hanya akan meruntuhkan rasa percaya dirinya.
  • Jangan memberi cap negatif pada anak agar tidak menumbuhkan konsep diri yang negatif.
  • Jangan mematok harapan terlalu tinggi pada anak.
  • Jadilah model bagi anak. Bila orang tuanya sendiri tidak percaya diri, bagaimana mungkin anaknya percaya diri juga?

Bila Anda menumbuhkan kebiasaan di atas, percaya deh, lama-kelamaan si kecil akan mampu memotivasi dirinya sendiri.

Rate this:
2.5

Tes Apgar

Posted on August 23rd, 2008 in Kesehatan by User ImageAdmin

Sejak menit pertama tubuh si kecil sudah menjalani serangkaian pemeriksaan. Buat apa sih?

Begitu lahir dan dibersihkan, si kecil langsung menjalani serangkaian tes yang dikenal dengan nama pemeriksaan Apgar. Ini merupakan serangkaian pengukuran yang dilakukan untuk menilai kemampuan bayi baru di luar rahim ibunya.

Pemeriksaan meliputi penampilan yang dilihat dari warna kulit tubuhnya, frekuensi denyut jantung, usaha bayi untuk bernapas yang dinilai dengan mendengarkan lemah atau kuat suara tangisan, gerakan bayi yang dinilai berdasarkan aktif tidaknya tonus otot, dan reaksi bayi terhadap rangsangan. Penilain ini dilakukan pada menit pertama dan kelima setelah lahir.

setelah kondisi bayi stabil, dilakukan pengukuran tubuh yang meliputi pengukuran berat dan panjang badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar perut, serta pemeriksaan umum termasuk mendeteksi ada tidaknya kelainan kongenital.

Timbang badan. Pemeriksaan ini merupakan salah satu indikator untuk mengetahui kesehatan bayi. berat badan normal bayi ketika lahir berkisar antara 2,5 kg. Bila kurang dari itu, digolongkan sebagai bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Keadaan sebaliknya juga bisa terjadi, yaitu bayi lahir dengan berat badan terlalu besar. Biasanya, sampai hari ke-4 setelah lahir, berat badan bayi akan menurun antara 5-7% dari berat badan saat lahir.  Tapi, secara berangsur-angsur beratnya akan meningkat kembali dalam waktu 2 minggu. Untuk itu, Anda dianjurkan memberikan ASI sesuai kebutuhan bayi, atau kira-kira sebanyak 8-12 kali sehari setelah hari-3 atau hari ke-4 kelahirannya.

Panjang Badan. Panjang badan juga merupakan salah satu indikator untuk melihat apakah tumbuh kembang fisik bayi berjalan normal. Panjang badan bayi saat dilahirkan normalnya antara 48 hingga 52 cm. Setelah itu, panjang badannya akan terus bertambah, namun tidak selalu sama tiap bulannya. Selama bulan pertama, pertambahannya bisa mencapai 3,8-4,4 cm, sementara kelak pada bulan ke-12 dan seterusnya pertambahannya hanya sekitar 1,2-1,3 cm/bulan.

Lingkar Kepala. Pengukuran lingkar kepala secara tidak langsung dapat menjadi petunjuk besar kecilnya otak yang terdapat di dalamnya. Hal ini berkaitan dengan erat dengan tingkat kemampuan otak tersebut. Lingkar kepala bayi baru lahir umumnya adalah 35 cm. Biasanya, 31-36 cm untuk bayi perempuan dan 32-38 cm untuk bayi laki-laki.

Setelah pengukuran tubuh yang dilakukan pada kunjungan pertama si kecil ke dokter, sebaiknya pengukuran dan pemantauan kondisi fisik si kecil dilakukan secara rutin sampai usianya setahun.

Rate this:
2.5

ASI & Alergi Gandum

Posted on August 20th, 2008 in Kesehatan by User ImageAdmin

Ada sebagian bayi yang secara genetik tidak tahan terhadap gandum dan gluten, atau dikenal juga sebagai penyakit celiac. Namun, menurut penelitian Dr. A.K. Akobeng, ASI dapat mencegah timbulnya penyakit celiac hingga 52%. Jadi, selepas masa ASI eksklusif 6 bulan, bayi yang menderita alergi tersebut dapat diperkenalkan dengan makanan yang mengandung gluten asalkan masih dalam tahap diberi ASI atau cukup mendapatkan ASI dalam jumlah cukup.

Salah satu cara kerja ASI melindungi tubuh terhadap penyakit celiac adalah dengan mencegah saluran usus dan lambung dari serangan infeksi. Jadi untuk para ibu, teruskanlah memberi ASI kepada si kecil

Rate this:
2.5

Menjaga Kualitas ASI

Posted on August 16th, 2008 in Kesehatan, Tips & Trik by User ImageAdmin

Kita hidup pada zaman di mana sumber air dan makanan telah tercemar. Apa boleh buat, memang diperlukan usaha untuk menjaga kualitas ASI agar benar-benar prima.

  1. Hindari knalpot kendaraan bermotor di jalan raya atau di rumah saat mobil dipanaskan.
  2. Minum air dari sumber yang bersih. Misalnya, air kemasan bereputasi baik, bukan air tanah di lokasi industri, atau air dari perusahaan air minum yang sumbernya sungai tercemar.
  3. Waspada jika tinggal atau bekerja di kawasan industri. Limbahnya kemungkinan mencemari udara dan air tanah.
  4. Hindari ikan atau sea food dari perairan tercemar karena mengandung logam berbahaya. Jika tidak yakin terhadap asal perairan ikan laut, pilih ikan darat.
  5. Waspada memilih produk olahan seperti bakso, tahu dan mi yang kemungkinan mengandung boraks. Batasi konsumsi produk pangan olahan karena kandungan garam dan MSG-nya tinggi.
  6. Makan sayuran dan buah organik atau yang ditanam sendiri untuk memastikan bebas pestisida.
  7. Cuci sayuran dan buah non-organik di bawah air mengalir atau dengan sabun khusus bahan makanan. Sayuran jangan dimakan mentah tetapi direbus, ditumis atau dikukus. Buah dikupas kulitnya.
  8. Pilih ayam kampung daripada broiler. Ayam broiler umumnya mendapat suntikan hormon. Buang lemak daging karena tersi,mpan racun ternak. Masak daging sampai matang, jangan dimakan mentah (seperti hidangan Jepang).
  9. Hindari konsumsi obat-obatan, kafein, alkohol, dan pil KB. Bebrapa obat-obatan, misalnya obat flu dan alergi dekongestan pseudoephedrine, menurunkan produksi ASI. Kafein masuk ke tubuh bayi dan mengendap lama membuat bayi terjaga dan gelisah. Begitu juga alkohol. Sedangkan pil KB mengandung hormon estrogen yang mempengaruhi produksi ASI.
  10. Cermat mencari info makanan yang dipercaya “mencemari” ASI dan berakibat langsung pada bayi, seperti sambal (membuat bayi sakit perut), air es (bayi batuk atau bertubuh besar), makanan asam (bayi kejang otot), dan makanan bergas seperti kol dan bawang (mencetus kolik). Semua itu belum ada buktinya, karena efeknya berbeda pada setiap ibu dan bayi.
Rate this:
2.5

Waspadai Gangguan Kesehatan Saat Perubahan Cuaca

Posted on August 16th, 2008 in Kesehatan by User ImageAdmin

Beberapa penyakit yang biasa diderita anak dan harus Anda waspadai saat perubahan cuaca:

  1. Demam. Demam adalah salah satu gangguan kesehatan yang kerap diderita anak di masa perubahan cuaca. Demam merupakan satu gejala yang menunjukkan tubuh tengah membangun pertahanan melawan infeksi.
  2. Penyakit saluran pernafasan. Gejala wal penyakit ini bisa berupa batuk, yang kadang disertai sesak napas. Bisa juga disertai pilek, bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh.
  3. Penyakit saluran cerna. Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus penyakit ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi pembawa penyakit. Penyakit saluran cerna biasanya didahului keluhan mencret, mual, muntah, demam, dan sakit kepala. Tinja anak mungkin tampak berlendir dan bahkan berdarah.
Rate this:
2.5

Janin Sungsang

Posted on August 16th, 2008 in Kesehatan by User ImageAdmin

Penyebab janin sungsang bisa dari sang bunda atau dari janin sendiri. Mungkinkah lahir secara alami?

Kadang terasa di sisi kiri, kadang di sisi sebaliknya. Ya, sebelum kehamilan mencapai usia sekitar 34 minggu, letak janin sering berubah-ubah. Seiring pertambahan usia kehamilan, dia akan menetap pada satu posisi. Posisi yang diharapkan saat kelahirannya adalah ’sumbu’ tubuh bayi sejajar dengan ’sumbu’ tubuh bunda dengan kepala berada di bagian bawah rongga rahim (letak memanjang presentasi kepala).

Sayangnya, letak janin tidak selalu seperti yang diharapkan. Jika kepala janin berada di bagian atas rongga rahim, maka letak tersebut dikatakan sungsang. Kabar baiknya, sebagian besar janin sungsang, masih bisa dilahirkan secara alami (tanpa operasi)

Mengapa sungsang? Sebenarnya, seorang bunda dapat mendeteksi sendiri kelainan letak janinnya. Jika posisi janinnya normal, setelah usia kehamilan 28-32 minggu, bunda akan merasakan gerakan janin lebih banyak di atas pusar. Sedangkan jika janinnya sungsang, bunda akan merasakan tendangan janin yang lebih banyak ke arah bawah. Hal ini juga berarti kepala dan tangan janin berada di atas. Ciri lainnya adalah rahim terasa tertekan atau sesak karena bagian yang keras (kepala janin) mendesak tulang iga.

Kelainan letak janin tersebut juga bisa diketahui bidan atau dokter dengan cara meraba perut bunda. Jika perlu, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan dokter untuk mencari penyebabnya, antara lain dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG).

Penyebab sungsang bisa dari janin, dan juga bisa dari bunda.

  • Faktor janin. Misalnya, ukurannya lebih kecil ketimbang ruangan dalam rahim bunda. Atau sebaliknya, ukuran janin terlalu besar sehingga kepalanya tak bisa masuk ke rongga panggul. Selain itu bisa juga karena janin kembar, atau ada kelainan pada janin seperti kepalanya besar atau tidak ada batok kepalanya.
  • Faktor bunda. Misalnya, bentuk rahim tidak normal, rongga panggul bunda sempit, cairan ketuban terlalu banyak, atau ada tumor di rahim yang menghalangi jalan lahir. Selain itu, bisa juga karena plasenta berada di bagian bawah rongga rahim, ada lilitan tali pusat, atau Anda telah melahirkan banyak anak sehingga rahim sudah sangat elastis.

Jika dikaitkan dengan posisi kaki janin, maka ada 3 jenis sungsang :

  • Letak bokong (frank breech): letak bokong di bawah dengan kedua kaki ke atas, kadang kaki sampai menyentuh telinga.
  • Letak sungsang sempurna (complete breech): letak bokong di bawah dengan kedua kaki ada di samping bokong (seakan posisi janin “jongkok”  dengan bokong di atas mulut rahim dan lutut terangkat ke perut.
  • Letak sungsang tidak sempurna (incomplete breech atau single footling breech): selain bokong, ada bagian tubuh lain, seperti kaki atau lutut, yang berada di bawah. Biasanya, satu kaki menjulur ke bawah hingga ke jalan lahir. Jenis sungsang ini jarang ditemukan.
Rate this:
2.5

Sabar Dalam Mendampingi Buah Hati Anda

Posted on August 16th, 2008 in Tips & Trik by User ImageAdmin

Meski balita Anda memiliki dasar kepribadian yang cukup kuat, namun bisa saja ia merasa segan bergabung dalam permainan atau kegiatan di lingkungan sosialnya yang baru. Si prasekolah masih sangat tergantung kepada respons balik lingkungannya. Apabila anak punya keyakinan diri, ia pastinya sangat antusias mengikuti kegiatan di prasekolah atau dalam lingkungan sosialnya.

Anda tak perlu buru-buru meninggalkannya. Apabila ia minta dipangku, turuti saja. Dampingi hingga ia merasa familiar dengan suasana, orang-orang dan tempat barunya. Secara perlahan ajak si kecil duduk sendiri di samping Anda. Setelah ia siap dan bersedian, minta anak bergabung dalam kelompok, sementara Anda masih tetap dalam ruangan tapi di luar ‘lingkaran’.

Secara bertahap biarkan anak lebih banyak terlibat dalam kelompok teman seusianya, amati saja dari jauh. Ketika ia mencari-cari Anda melalui pandangan matanya, lambaikan tangan dan beri dukungan dengan senyum Anda. Semakin anak merasa aman dan nyaman, ia tak segan bergabung dan terlibat secara intens dalam kegiatan kelompoknya.

Rate this:
2.5

Refleks Isap Dan Diabetes

Posted on August 16th, 2008 in Kesehatan by User ImageAdmin

Dr. Ruben Bromiker dari Shaare Zedek Mediacl Center di Jerusalem, menemukan fakta menarik. Yaitu bayi-bayi yang lahir dari ibu penderita diabetes, kurang pintar menghisap puting payudara ibunya.

Dr. Bromiker menuturkan eksperimennya terhadap 16 bayi yang lahir dari ibu penderita diabetes yang kadar insulinnya dikontrol, 31 bayi yang lahir dari ibu penderita diabetes yang dietnya terkontrol, dan 55 bayi dari ibu yang tidak menderita diabetes sebagai pembanding.

Hasilnya? Bayi-bayi yang lahir dari ibu penderita diabetes yang dikontrol dengan suntikan insulin, memiliki kemampuan menghisap puting payudara paling rendah, dibandingkan dengan bayi-bayi yang lahir ibu penderita diabetes yang dikontrol dietnya, serta bayi-bayi yang lahir dari ibu yang sehat. Jadi, bagi Anda yang kebetulan menderita diabetes, sebaiknya kontrol kadar gula darah Anda sejak sebelum hamil, agar kelak si kecil tidak mengalami kesulitan menghisap ASI.

Rate this:
2.5

Kebutuhan Oksigen Bayi

Posted on July 29th, 2008 in Kesehatan by User ImageAdmin

Hati-hati dengan pemberian oksigen untuk membantu pernapasan bayi baru lahir. Jika kelewat banyak akan menyebabkan kadar oksigen yang tinggi di dalam darah. Hal ini justru meningkatkan kemungkinan terjadinya apnea, yaitu berhenti bernafas sejenak yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Ini ditemukan Dr. F. Lofaso dari Hospital Raymond Poincare, Garches, Perancis dari risetnya yang dilaporkan dalam European Respiratory Journal, edisi Januari 2007.

Percobaan terhadap bayi-bayi tikus yang lahir prematur dan dibantu dengan terapi oksigen yang berulang kali justru membuat napas bayi-bayi tikus melambat. Bila terjadi apnea, akan berlangsung lebih lama. Bila keadaan ini terjadi pada bayi manusia yang baru lahir, akan memperbesar resiko meninggal. Maka pemberian oksigen untuk membantu pernapasan bayi baru lahir sebaiknya dimonitor dengan cermat.

Rate this:
2.5
Next Page »